*spoiler alert*
Film yang memiliki latar belakang Spanyol dan dibuat oleh Pedro Almodovar ini menceritakan seorang perawat laki-laki bernama Benigno yang berteman dengan seorang jurnalis. Mereka bertemu di rumah sakit karena perempuan yang mereka cintai sama-sama terbaring koma. Perempuan yang dicintai Benigno ini bernama Alicia. Sebelum Alicia koma, Benigno sudah lama memperhatikan Alicia. Ia mengintai Alicia yang sedang latihan menari dari jendela apartment-nya, ia mengikuti Alicia sampai rumahnya, ia berpura-pura melamar pekerjaan di rumah Alicia, ia masuk ke kamar Alicia, dan mengambil jepit rambutnya. Akhirnya ia tidak melihat Alicia lagi karena Alicia kecelakaan mobil dan koma. Benigno yang pada saat itu adalah perawat yang direkomendasikan dengan baik, memiliki kesempatan untuk merawat Alicia.
Benigno memandikan Alicia (jadi film ini banyak adegan nude, namun tidak berkonotasi seksual), merawatnya, menjemurnya, mengajaknya ngobrol, dan lainnya. Berbeda dengan Benigno, sang jurnalis menyadari bahwa perempuannya itu sudah mati (brain dead) secara kedokteran dan perempuan itu tidak akan mendengarkannya berbicara. Benigno tidak setuju, ia menyangkal, "Otak perempuan adalah sebuah misteri, bahkan pada saat-saat seperti ini." Sampai akhirnya Benigno tidak tahan dan memperkosa Alicia yang koma. Benigno dikeluarkan dari rumah sakit dan dipenjara. Sampai akhirnya ia bunuh diri dengan alasan bahwa ia ingin bersatu dengan Alicia dengan cara membuat dirinya koma. Padahal saat itu Alicia sudah tersadar dari komanya dan Benigno malah kebablasan (alias mati juga). Poor Benigno...
Film ini memperlihatkan mengenai obsesi untuk memiliki seseorang dan ia sendiri mati karena mengejar obsesi itu. Obsesi adalah ide-ide atau emosi yang terus menerus melekat dalam pikiran dan hati, dan tidak mau hilang, walaupun sesungguhnya individu yang bersangkutan secara sadar selalu berusaha untuk menghilangkannya. Biasanya ide-ide tersebut tidak menyenangkan, tidak rasional, tapi tidak bisa dibendung atau dilenyapkan, dan menjadi satu keharusan. Seperti Benigno harus berada di dekat Alicia, harus memiliki Alicia, harus merawat Alicia. Bahkan ketika Benigno di penjara, ia harus tahu berita tentang Alicia. Cinta jadi alasan untuk memiliki Alicia tapi mungkin ia tidak tahu kenapa ia memilih Alicia sebagai objek obsesinya.
Disini digambarnya bahwa kehidupan Benigno itu begitu sepi. Bisa dilihat ketika film menggambarkan keadaan apartment-nya dan menggambarkan keadaan penjara. Kosong, modern, tapi sepi. Benar atau tidak, mungkin rasa sepi bisa menjadi faktor penyebab seseorang terobsesi ingin memiliki orang lain. Benigno membutuhkan keberadaan orang lain untuk membuatnya merasa tidak sendirian, merasa tidak ditinggalkan, dan merasa 'hadir' di dunianya.
Film berbahasa asing yang menang piala Oscar tahun 2002 ini layak tonton dan layak diperdalam secara psikologis. Coba deh ditonton, mungkin pembaca/penonton bisa menemukan hal-hal baru lainnya. Atau jika sulit mendapatkannya, Anda bisa menonton Cinta Fitri yang ditayangkan di SCTV ;)
-Nia-
Source: Picture
Tidak, saya tidak menyerang kemampuan Po yang bisa melompat tiga meter demi mencuri kue almond milik Monkey. Bahkan, hal semacam ini mungkin saja terjadi jika seseorang memiliki motivasi yang tepat (saya punya teman yang pernah melompati pagar setinggi lebih dari dua meter karena dikejar anjing). Saya tidak menyerang kejadian dimana Po tidak mati karena terjatuh dari tangga istana yang jumlahnya amat banyak. Saya pernah memiliki badan yang sangat gendut, dan percayalah, lemak adalah penahan benturan yang sangat baik. Saya tidak menyerang adegan-adegan saat Po dengan lincah memperlihatkan kemampuan Kung-fu-nya dengan lincah karena saya pernah menonton adegan-adegan kung-fu yang diperlihatkan Sammo Hung.
Yang tak dapat saya percaya adalah… Po memiliki kepercayaan diri yang sangat tinggi.
Ini penjelasan saya. Po adalah tokoh yang banyak makan, dia harusnya memiliki kepercayaan diri yang rendah. Studi dari American Academy of Dermatology menunjukkan bahwa gula dan tepung terigu (yang banyak dimakan Po dalam bentuk mie dan dumplings) meningkatkan kadar insulin dalam tubuh. Insulin lalu membuat tubuh memproduksi berbagai macam hormon, salah satunya adalah hormon di wajah yang memproduksi minyak dan sel-sel yang berfungsi untuk membuat wajah tetap lembut dan sehat.
Jika kadar insulin dalam tubuh berlebihan, hormon di wajah tersebut juga diproduksi secara berlebihan, sehingga minyak dan sel pada wajah yang diproduksi juga berlebihan. Hal ini menyebabkan pori-pori wajah tersumbat dan menghasilkan tempat yang tepat bagi bakteri untuk berkembang. Sistem imun tubuh lalu menyerang bakteri ini dengan efek samping bagian wajah tersebut jadi membengkak dan memerah. Kita mengenalnya dengan sebutan jerawat.
Jika Po banyak makan, harusnya dia memiliki banyak jerawat. Jika dia punya banyak jerawat, dia akan memiliki krisis kepercayaan diri. Jika dia memiliki krisis kepercayaan diri, dia akan makan lebih banyak karena dia makan saat dia sedang gundah. Jika dia makan lebih banyak, dia akan memiliki lebih banyak jerawat, sehingga kepercayaan dirinya akan makin jatuh (lingkaran setan makan-berjerawat-makin banyak makan-makin banyak jerawat ini juga dirasakan oleh banyak orang di dunia nyata).
Jadi harusnya Po punya rasa percaya diri yang rendah! Film Kung-fu Panda tidak saintifik! Hehehe…
Kalau anda sering mengeluh betapa tidak menyenangkannya pekerjaan anda sekarang, coba renungkan kembali setelah anda melihat beberapa profesi yang dimiliki orang-orang di beberapa foto di bawah ini. Sambil merenung, saya beri kesempatan anda untuk berpikir mengapa mereka mau melakukan pekerjaan-pekerjaan yang paling buruk ini...



artikel ini merupakan extension dari infogue.com
Jika pada artikel sebelumnya saya mengutip kata-kata dari Steve Jobs, maka kali ini saya ingin anda semua mendengar dengan lengkap apa yang dikatakan oleh Steve Jobs mengenai kisah perjalanan karirnya. Klik di sini untuk teks lengkap. Saya cukup terharu mendengar kata-kata pembukaan yang ia ucapkan di awal pidatonya di Stanford University tahun 2005 itu. Ia mengatakan:
"I am honored to be with you today at your commencement from one of the finest universities in the world. I never graduated from college. Truth be told, this is the closest I've ever gotten to a college graduation. Today I want to tell you three stories from my life. That's it. No big deal. Just three stories."
Melihat bahwa ia tidak pernah lulus dari universitas manapun, dan ceritanya bahwa ia berasal dari keluarga yang cukup sulit, ternyata ia tidak lantas menyerah begitu saja pada nasib. Dalam menceritakan pengalaman hidupnya, ia membagi pidatonya dengan 3 cerita: Connecting the dots, love and loss, dan death. Dan pesan yang terpenting dari CEO Apple dan Pixar ini adalah:
"Stay hungry, Stay foolish"
Semuanya kembali bagaimana kita memandang pekerjaan kita.
Kembali ke hal yang paling mendasar dahulu: untuk apa kita bekerja? Mungkin dari antara kita ada yang berpendapat kita bekerja untuk hidup, untuk makan, untuk memiliki tempat tinggal yang layak. Mungkin juga sebagian dari kita ada yang menginginkan Mobil baru, membeli rumah di daerah elit, membelikan tas mahal untuk istrinya, dan lain-lain. Lebih ekstrim lagi, ada yang menjawab bekerja karena disuruh orang tua, atau bekerja karena tidak tahu mau apa. Kalau dikembalikan lagi, kita semua bekerja agar hidup kita tidak susah. Atau mungkin kata-kata itu perlu sedikit diubah:
Kita bekerja agar hidup kita tidak susah untuk mencapai kebahagiaan hidup.
Kalau begitu masalahnya, berarti pola pikir kita tentang pekerjaan harus diubah sedikit. Berikut akan ada 3 cerita berbeda dengan tokoh yang sama untuk menjadi bahan renungan.
Si A bekerja dengan tujuan utama demi mendapatkan uang yang cukup untuk membiayai hidupnya. Apabila secara finansial si A aman, maka ia tidak akan lagi mau untuk melakukan pekerjaannya sekarang, dan sudah pasti ia akan mencari pekerjaan lain. Pekerjaan si A sekarang ini hanyalah untuk membiayai hidupnya belaka. Terkadang ia berharap bahwa waktu akan berlalu cepat saat ia sedang bekerja. Si A akan tidak akan memberikan saran pada kawannya atau anaknya untuk menggeluti pekerjaannya sekarang dan ia sangat ingin untuk pensiun.
Si B pada dasarnya menyukai pekerjaannya, tetapi ia tidak berharap untuk berada di tempat yang sama pada 5 tahun mendatang. Ia berencana untuk berpindah ke pekerjaan yang lebih baik. Terkadang si B berpikir bahwa ia sedang membuang-buang waktu dengan pekerjaannya yang sekarang ini, namun ia tahu bahwa ia harus mempertahankan pekerjaannya ini demi kenaikan pangkat atau jenjang karir yang lebih tinggi. Si B tidak sabar untuk mendapatkan promosi. Untuknya, promosi adalah penghargaan terhadap pekerjaannya, dan sebagai tanda kesuksesannya dalam berkompetisi dengan pekerja lain.Pekerjaan si C adalah bagian hidup yang penting dalam hidupnya. Ia sangat puas dengan pekerjaan yang ia miliki, karena apa yang ia kerjakan adalah hal yang vital dalam menunjukkan siapa dirinya. Pekerjaannya adalah hal yang pertama ia katakan pada orang lain untuk menjelaskan siapakah dirinya. Ia cenderung membawa pulang pekerjaannya, dan saat berlibur juga. Si C merasa senang dengan pekerjaannya karena ia menyukainya. Ia akan mendorong teman dan anaknya untuk memasuki bidang pekerjaan seperti yang sedang digelutinya, dan ia pun akan kecewa bila ada yang menyuruhnya menghentikan pekerjaannya yang sekarang ini. Si C pun sama sekali tidak menunggu pensiun.
Si A memandang pekerjaannya sebagai 'pekerjaan' (job) belaka, si B memandang pekerjaannya sebagai 'karir' (career), dan si C memandang pekerjaannya sebagai 'panggilan' (calling). 'pekerjaan belaka' hanya dilakukan untuk mendapatkan uang, dan bila pekerjaan selesai, tidak ada ketidaklanjutan. Sedangkan 'karir', berarti kita melihat adanya investasi personal yang dituangkan di dalam pekerjaan yang dilakukan. Ada kontinuitas, baik segi uang maupun kekuasaan dan prestise, namun bila kontinuitas ini berakhir, kita akan mencari-cari hal lain yang dapat memenuhi kepuasan diri kita. Pekerjaan sebagai 'panggilan' berarti pekerjaan yang kita lakukan secara penuh dan berkomitmen hanya demi melakukan pekerjaan itu saja. Pekerjaan tersebutlah yang memenuhi kepuasan diri kita, bukanlah uang, peningkatan karir, atau prestise.
Amy Wrzesniewski, seorang profesor bidang Bisnis di New York University, melakukan penelitian pada pegawai pembersih di rumah sakit. Pegawai yang melihat pekerjaannya sebagai 'panggilan' ternyata bekerja lebih efisien. Mereka bahkan mengimprovisasi pekerjaannya demi kenyamanan dan kesehatan para pasien, dan juga lebih waspada. Jadi, pilihlah pekerjaan yang membuat anda senang karena melakukannya, bukan karena ada iming-iming karir atau gaji, karena yang terpenting adalah menemukan pekerjaan yang membuat kita bahagia. Steve Jobs, CEO Apple & Pixar, mengatakan dalam pidatonya pada Graduation speech di Stanford university tahun 2005:
"Jangan berhenti mencari sampai kita menemukan apa yang betul-betul ingin kita kerjakan"
(khrisnaresa)
Youtube sudah menjadi web yang paling tepat untuk mencari file berupa video bagi para pengguna internet saat ini. Video Klip, video lucu-lucuan, video pribadi, bahkan sampai video yang menyerempet ke arah pornografi pun ada disana. Hampir semua jenis video ada di sana, dan hampir tidak ada batasan video yang baik ditayangkan ataupun tidak di situs youtube. Mungkin hal tersebutlah yang membuat Ron Ilan, lelaki berumur 38 tahun, membuat situs www.totlol.com, sebuah situs video khusus untuk mendidik dan menghibur anak-anak. Totlol tersebut memiliki arti tidak resmi yang berarti "Anak yang tertawa keras", dari arti kata "Tot" yang maksudnya "Toddler" atau anak kecil dalam bahasa inggris. Kemudian "lol" yang berarti "Laugh Out Loud", bahasa yang digunakan dalam chatting. Tunggu apalagi, ajak anak-anak anda untuk mengunjungi situs ini! Sayang anak.. sayang anak... (khrisnaresa)
